Provinsi kepulauan Bangka Belitung
.Jejakberita86.com-Bangka Belitung, (7-11-2025 ).Apakah benar Provinsi Bangka Belitung mendapatkan nominasi peringkat kedua sebagai Provinsi yang ramai untuk mengunjungi Perpustakaan dan Tinggi akan minat dalam berliterasi? Benar
sekali! Bangka Belitung sempat masuk nominasi peringkat kedua tertinggi pada tahun 2020 secara nasional. Dikutip dari babelprov.go.id “Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat tertinggi ada di Provinsi Kalimantan Selatan dengan angka 48,7
sedangkan Provinsi Bangka Belitung peringkat kedua indeks Pembangunan Literasi Masyarakat dengan angka 28,83, peringkat tiga dari Provinsi Gorontalo dengan angka 28,18, Kalimantan Timur 20,78, DKI Jakarta 18,91,” papar Suhajar.
Berdasarkan data yang ada tingkat literasi Bangka Belitung secara nasional baik karena ada nya kemajuan dari tahun ke tahun. Menurut laporan BPS tersebut, masyarakat Bangka Belitung mencatat skor kegemaran membaca sebesar 77,47, angka tertinggi secara nasional.
Rata-rata masyarakat di provinsi ini mampu menyelesaikan 5 hingga 6 buku dalam satu tahun, menunjukkan budaya literasi yang relatif tinggi dibandingkan daerah lain.
Hal ini patut dibanggakan karena bahwa diketahui keadaan literasi di indonesia saat ini masih menjadi tantangan sebab tingkat literasi secara umum terutama minat baca, masih tergolong rendah.
BPS juga mengingatkan bahwa keberhasilan literasi tidak hanya diukur dari jumlah buku yang dibaca, tetapi juga dari kualitas pemahaman dan dampak sosial yang ditimbulkan. Untuk itu, dukungan terhadap peningkatan literasi harus menjadi bagian dari kebijakan publik yang berkelanjutan.
Walaupun Provinsi Bangka Belitung memiliki jumlah penduduk rendah dibanding jumlah penduduk di Provinsi lain tidak menutup kemungkinan Babel tidak dapat berusaha untuk ke tingkat yang lebih baik dalam dunia literasi minat baca. Buktinya hal tersebut tidak menghalangi Babel untuk mendapatkan nominasi tiga terbaik.
“Mudah-mudahan kita akan munculkan inovasi-inovasi lainnya yang dilakukan dengan melibatkan pihak luar seperti perbengkelan. Misalnya, mereka bisa melakukan aktivitas perbengkelan di Perpustakaan, sambil nunggu service, masyarakat bisa baca buku,” ungkap Asyraf.
Bisa kita lihat biasanya mayoritas pengunjung perpustakaan seringkali dikunjungi oleh para mahasiswa yang sibuk mencari referensi untuk menulis karya tulis ilmiah, skripsi dan sebagainya melalui buku yang disediakan oleh pihak perpustakaan.
Hal inilah yang membuat angka peningkatan nya pun mengalami perubahan.
Tak sekadar itu, DKPUS Babel juga, sambung Asyraf, saat ini telah memiliki perpustakaan online. Ini, salah satu upaya DKPUS Babel dalam meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat Babel. Seiring waktu akan selalu ada ide kreatif yang menjadi inovasi terbaik yang menghasilkan peningkatan jumlah minat dalam bidang literasi baik secara offline maupun online.
Tentu banyak yang berharap Babel akan terus mengalami peningkatan signifikkan dari segi jumlah pengunjung di berbagai perpustakaan di Provinsi Bangka Belitung untuk tahun-tahun yang akan datang.
Narsum Nabila Mahasiswa UBB.jurusan Agribisnis pertanian
(M.Rifuad)













