Pipa Misterius di Atas RSUD Depati Hamzah kota Pangkalpinang Jadi Sorotan Publik ???

Berita101 Dilihat
banner 468x60

 

 

banner 336x280

Provinsi kepulauan bangka belitung

Jejak berita.86 .com

Pangkalpinang – Aroma kejanggalan tercium dari lantai empat RSUD Kota Pangkalpinang. Proyek pembangunan gedung senilai miliaran rupiah itu mendadak menjadi bahan gunjingan publik setelah muncul dugaan penggunaan pipa PVC non-SNI. Material semestinya tak boleh masuk ke proyek pemerintah, apalagi fasilitas kesehatan.

Informasi tersebut meletup cepat di media dari nasional dan lokal, memicu gelombang pertanyaan dari warga Bangka Belitung. Seorang warga, sebut saja SYM, mengaku sejak awal mengikuti pemberitaan ini dan merasakan ada yang tidak beres.

“Kalau anggarannya besar, tapi pipanya tidak SNI, itu bukan kelalaian. Itu pilihan. Dan pilihan itu tidak masuk akal,” katanya.

SYM bahkan meyakini ada pola pembiaran. Menurutnya, pihak pengawas dan penyedia proyek seolah menutup mata. Semua serba janggal, mulai dari spesifikasi diduga diabaikan, hingga material tak memenuhi standar keselamatan bangunan.

“Ini bukan soal pipa saja. Ini soal keberanian mereka bermain-main dengan standar keamanan gedung rumah sakit,” tegasnya.

Lantai empat RSUD Pangkalpinang bukan proyek sembarangan. Ia berada di jantung layanan kesehatan, tempat masyarakat menggantungkan harapan pada bangunan yang aman, kokoh, dan steril.

Karena itu, dugaan penggunaan material non-SNI memantik tanda tanya besar, siapa yang mengawasi? siapa bertanggung jawab?

Beberapa pejabat disebut warga harus turun tangan segera, terutama Gubernur Bangka Belitung Dayat Arsani dan Wali Kota Pangkalpinang Syaparudin. Keduanya diminta memanggil dan memeriksa Direktur RSUD setelah isu ini mencuat.

“Jangan tunggu bangunan berdiri lalu masalah meledak. Kalau benar ada penyimpangan, hentikan sekarang,” ujar SYM.

Sejak isu ini meledak, awak media berkali-kali berupaya meminta klarifikasi. Namun Direktur RSUD Pangkalpinang tidak kunjung memberikan respons. Telepon tidak diangkat. Pesan tidak dibalas. Pintu kantor seolah tertutup rapat bagi pertanyaan publik.

Sikap bungkam itu justru memperpanjang spekulasi. Di luar gedung rumah sakit, warga bertanya-tanya. Jika material dan prosesnya benar, mengapa sulit memberi jawaban?

Bagi masyarakat, proyek kesehatan tak boleh diperlakukan seperti “pengerjaan bangunan biasa”. Ini soal nyawa. Pipa yang tidak standar bisa membuka risiko kebocoran, kerusakan sistem air bersih, hingga membahayakan pasien dan tenaga medis.

“Kami tidak menuntut mewah. Kami menuntut standar. Hak kami sebagai pembayar pajak,” kata SYM.

Dugaan penggunaan pipa non-SNI di RSUD Pangkalpinang adalah potongan kecil dari persoalan yang lebih besar. Transparansi proyek publik dan kualitas pengawasan kerap longsor di tengah jalan.

Hingga laporan ini selesai ditulis, Direktur RSUD Pangkalpinang belum memberikan keterangan resmi.

Sementara itu, lantai empat rumah sakit tetap dibangun.

Dan warga Bangka Belitung masih menunggu, bukan hanya penjelasan, tetapi tanggung jawab.

JEJAKBERITA.86.i.com.(Samsul huda))

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *