PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
JEJAKBERITA.86.OM.PANGKALPINANG, — Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar malam ramah tamah menyambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkalpinang yang baru, Rindang Onasis, di rumah residen Wali Kota Pangkalpinang, Senin (27/04/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Prof. Udin, Wakil Wali Kota Cece Dessy, unsur Forkopimda, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kota Pangkalpinang, anggota DPRD, perwakilan perbankan, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Prof. Udin menyampaikan ucapan selamat datang kepada Rindang Onasis beserta istri di Kota Pangkalpinang. Ia menilai kehadiran Kajari baru akan semakin memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung pembangunan daerah.
“Selamat datang di Kota Pangkalpinang. Kami bersama seluruh masyarakat menyambut Bapak dengan senang hati dan sukacita. Kehadiran Pak Kajari tentu menambah semangat kami untuk membangun kota ini bersama-sama,” ujar Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Kejaksaan, TNI, Polri, serta unsur Forkopimda lainnya sangat penting untuk menjaga stabilitas daerah sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan.
Prof. Udin menjelaskan, Pangkalpinang merupakan kota jasa dan perdagangan dengan jumlah penduduk sekitar 244 ribu jiwa, terdiri dari 7 kecamatan dan 42 kelurahan. Aktivitas ekonomi masyarakat didominasi sektor perdagangan dan UMKM, dengan geliat usaha yang cukup tinggi hingga malam hari.
“Pangkalpinang ini kota kecil, tetapi aktivitas ekonominya tinggi. Malam hari pun masyarakat masih ramai beraktivitas. Ini menunjukkan roda ekonomi berjalan baik dan kondisi keamanan daerah terjaga,” katanya.
Ia juga memaparkan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini adalah angka pengangguran yang masih berada di atas rata-rata nasional, yakni 5,72 persen. Meski demikian, indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Pangkalpinang disebut berada di atas rata-rata nasional.
Sementara itu, Kajari Pangkalpinang yang baru, Rindang Onasis, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kota Pangkalpinang beserta seluruh tamu undangan.
“Terima kasih atas sambutan yang penuh antusias dan kasih sayang kepada kami. Ini menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami untuk menjalankan tugas di Kota Pangkalpinang,” ujarnya.
Rindang hadir bersama istri, Yemi Rpikawati, yang juga menjabat Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Pangkalpinang. Ia berharap organisasi perempuan di lingkungan Forkopimda dapat terus mempererat silaturahmi dan menjalin kerja sama yang baik.
Menurutnya, pengalaman saat bertugas di Ponorogo menunjukkan bahwa pertemuan rutin antarorganisasi perempuan mampu memperkuat kebersamaan dan koordinasi lintas lembaga.
“Kami berharap di Pangkalpinang juga dapat terjalin hubungan yang baik. Dengan silaturahmi yang erat, koordinasi tentu akan semakin mudah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rindang juga memaparkan perjalanan kariernya di institusi Kejaksaan. Ia mengawali tugas di Bengkulu selama sekitar 12 tahun, kemudian bertugas di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung sebagai Kepala Seksi Penerangan Hukum dan koordinator.
Selanjutnya, ia dipercaya menjabat Kajari Nias Selatan di Teluk Dalam, kemudian Kajari Ponorogo, serta Asisten Pengawasan di Kejaksaan Tinggi Manado sebelum akhirnya mendapat amanah sebagai Kajari Pangkalpinang.
Rindang juga memohon dukungan, bimbingan, serta sinergi dari seluruh unsur Forkopimda dan pemerintah daerah agar pelaksanaan tugas Kejaksaan Negeri Pangkalpinang dapat berjalan optimal.
“Tak ada gading yang tak retak. Jika nanti dalam pelaksanaan tugas ada kekurangan, mohon diingatkan dan dibimbing agar kami tidak keliru dalam melangkah,” ucapnya.
Malam ramah tamah berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kegiatan tersebut menjadi momentum awal mempererat hubungan kelembagaan antara Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan Kejaksaan Negeri Pangkalpinang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Red/)













