Petani Sawit Lepar Pongok Bangka Selatan Rugi Puluhan Juta, TBS Membusuk Akibat Transportasi Laut Hanya 2 Kali Seminggu

Nasional12 Dilihat
banner 468x60

PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

JEJAK BERITA.86.CIM.-Bangka Selatan, – Petani sawit di Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, mengeluhkan kerugian besar hingga puluhan juta rupiah akibat buah tandan buah segar (TBS) sawit membusuk sebelum sampai ke pabrik. Penyebab utama adalah keterbatasan transportasi laut yang hanya beroperasi 2 kali dalam seminggu.

banner 336x280

 

Kondisi ini membuat TBS yang sudah dipanen tidak bisa segera dikirim keluar pulau. Padahal, kualitas TBS sawit sangat sensitif terhadap waktu. Jika lebih dari 48 jam tidak diolah, kadar asam lemak bebas meningkat, buah menjadi busuk, dan harga anjlok atau bahkan ditolak pabrik.

 

“Panen sudah kami lakukan, tapi kapal angkut cuma ada hari Senin dan Jumat. Dari TG. Gading ke Sadai,Sementara buah terus dipanen tiap hari. Akhirnya busuk di gudang dan di pelabuhan. Kerugian satu petani bisa Rp20 juta sampai Rp50 juta sekali panen,” ujar salah satu petani Lepar Pongok yang enggan disebut namanya,

 

Selain keterbatasan kapal, pihak dari kapal feri ini sering terjadi tidak konsisten, dengan alasan kelebihan muatan kapal, hal ini yang memperparah kondisi. Banyak pengepul menghentikan pembelian sementara karena stok menumpuk dan takut rugi. Akibatnya, petani kecil yang tidak punya akses langsung ke pabrik menjadi pihak paling dirugikan.

 

Para petani mendesak Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dan Dinas Perhubungan untuk segera mencarikan solusi. Tuntutan utama mereka adalah penambahan jadwal kapal angkut TBS dan penetapan jalur khusus logistik perkebunan agar tidak bentrok dengan angkutan umum.

 

“Kami bukan minta gratis. Kami cuma minta kepastian transportasi. Kalau transportasi lancar, kami bisa panen dan jual normal. Kalau begini terus, kebun mau diapain? Apa Mau kita beli garam satu Ton lalu buah sawit nya kita asin buat lebaran,cetus petani.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Bangka Selatan terkait rencana penambahan frekuensi kapal. Sementara itu, petani berharap persoalan ini segera ditangani sebelum musim panen raya berikutnya tiba.

JEJAK BERITA.86.COM.(FUAD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *