DIBANGKA -BELITUNG  RATUSAN ORANG TUA/WALI MURID KELUHKAN ANAKNYA BELUM DAPAT SEKOLAH NEGERI DITINGKAT SMAN DAN SMKN

Nasional66 Dilihat
PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
JEJAKBERITA.87.COM.–Puluhan orang tua/wali murid meluapkan kesedihan karena anaknya belum mendapatkan bangku di sekolah negeri terutama di tingkat SMAN dan SMKN di Babel . Dalam hal banyak anak-anak yang tidak lolos akibat sistem yang merasakan tidak ada keadilan dalam sistem SPMB tahun jaran 2026-2027 dengan beberapa orang tua bahkan terlihat menangis kesedihan yang mendalam dan merasakan SPMB tahun 2026-2027. tidak ada transparan dan keadilan dalam penerima sistem zonasi.
Saat dikonfirmasi salah satu orang tua /wali murid yang tidak mau disebut namanya .
orang tua murid menyampai kepada  Tim Awak media Jejak berita 86.com., Mereka mengaku kami ini sudah mendaftar pak dengan  melalui jalur SPMB/ PPDB namun belum lolos karena keterbatasan daya tampung dan ketatnya persaingan nilai/zonasi. yang kami amggap tidak ada keadilan sama sekali terutama rumah kami yang dekat tidak masuk ..apakah anak kami harus sekolah jauh dari rumah kami pak …sambil menetes air mata..rasa kesedihan kami selaku orang tua. dalam hal penjaringan SPMB/PPDB 2026-2027, kata memberi solusi terbaik dan ke adilan ,namun sebalik SPMB , hanya membuat kami selaku orang tua yang ada di bangka belitung sedih.
“Kami berharap pemerintah Provinsi kepulauan bangka belitung , terutama kepada bapak gubemur bangka belitung untuk  bisa menambah ruang kelas agar anak kami bisa bersekolah jangan sampai anak tidak bersekolah hanya gara-gara sistem yang ribet ,  Kasihan anak-anak kami yang harus putus sekolah atau masuk swasta dengan biaya mahal,” ujar salah satu orang tua .
Suasana terjadi sedih  saat puluhan orang tua/wali murid  yang ada di bangka belitung , mendatangi sekolah-sekolah untuk melihat hasil pengumumang yang di tempel di papan informasi di SMAN /SMKN Bangka Belitung , terpantau, terlihat mereka menangis dan mengeluhkan anaknya tiba-tiba berada di bawak garis batas penerimaan , dan mana lagi sekarang anak kami  yang belum mendapatkan bangku di sekolah SMA/SMK negeri yang ada di babel , pada penerimaan PPDB tahun Priode ajarana 2026-2027.
Para orang tua pun mengakui sudah mendaftar sesuai jalur zonasi yang dekat dengan rumah mereka ,  namun tidak lolos karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri di wilayah tersebut.
“Kami sudah berjuang, tapi anak-anak kami ini tetap tidak dapat sekolah negeri. maklum lah pak kalau anak kami ke swasta Biaya sekolah swasta terlalu mahal untuk kami. Kami mohon pemerintah terutama kepada Bapak gubenur Bangka Beliting , Bantu kami Pak Gubenur  ,agar anak kami ini bisa sekolah,
Sesuai sekolah terdekat dengan rumah kami.,” ujar salah satu wali murid sambil menahan tangis.
Disamping itu juga ada wali murid yang benar-benar rumah dekat dengan sekolah , Pengakuan kepada awak media  bahwa titik koordinat rumahnya Deket sekali , namun kami juga aneh pak ko yang ngukur jarak titik koordinat dari pihak sekolah , apakah titik koordinat tepat , apa lagi mengunakan hp , karena memgunakan hp kadang-kadang meleset dua meter , kenapa saat pemgukuran tidak di libat tenaga ahli  seperti orng BPN ,atau PU, tata ruang yang mengerti…hal ini yang menjadi tanda tanya kami selaku orang tua murid yang jarak rumah kami ke sekolah  dua menit sudah sampai. kami yakin titik koordinat pasti ada melenceng sekian meter, pak tegasnya. sambil menetes air mata kesedihan.
Orang tua murid minta kepada pihak Dinaspendidikan Provinsi bangka belitung segera mendata siswa yang belum tertampung. jangan anak kami menjadi sedih dan putus sekolah itu harapan kami selaku orang tua.
Agar pihak Pemerintah Dinas Pendidikan babel untuk  memahami keresahan para orang tua.maupun siawa itu sendiri , maka sebenarnya  Solusi yang harus dipikirkan  oleh pemerintah Bangka belitung agar , segera mungkin untuk mencari jalan keluar masyarkat Bangka Belitung. upayakan antara lain menambah kuota, agar murid yang tidak lolos seharus diberi kesempatan masuk sekolah SMAN /SMKN,Yang ada di Bangka Belitung.
Puluhan orang tua/wali murid di Provinsi kepulauan bangka belitung harus menahan kecewa.
Anaknya belum dapat sekolah negeri karena kuota penuh.
Kami minta perhatian serius dari Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah.
Setiap anak berhak dapat pendidikan layak! sesuai dengan UUD 1945. BERSAMBUNG!!!
JEJAK BERITA .86.COM.(TIM)
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *