Provinsi kepulauan bangka belitung .
Jejakberita .86.com.-Bangka, 5 Mei 2026 — Satu unit alat berat jenis excavator merek Hitachi ditemukan disembunyikan di area kebun warga di wilayah Pemali. Temuan ini diduga berkaitan dengan penelusuran aset dalam perkara korupsi tata niaga timah yang menjerat pengusaha tambang, Thamron alias Aon.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, alat berat tersebut diduga sengaja disembunyikan untuk menghindari pelacakan tim dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia bersama Satgas PKH yang tengah melakukan penelusuran aset milik terpidana.
Thamron alias Aon diketahui telah divonis 18 tahun penjara dalam kasus korupsi tata niaga timah di wilayah IUP PT Timah Tbk periode 2015–2020. Ia juga disebut sebagai pemilik smelter swasta CV Venus Inti Perkasa.
Awalnya Dua Unit, Kini Tersisa Satu
Berdasarkan penelusuran tim media, sebelumnya terdapat dua unit excavator yang disimpan di kebun milik warga berinisial H. Kat. Kedua unit tersebut diduga merupakan aset milik CV Venus.
“Benar, dua unit itu sudah disembunyikan di sini lebih dari dua tahun,” ujar H. Kat saat ditemui.
Hasil pengecekan nomor seri (SN) ke pihak dealer menunjukkan bahwa unit excavator yang masih berada di lokasi terdaftar atas nama perusahaan tersebut.
Satu Unit Diduga Telah Dipindahkan
H. Kat mengungkapkan, satu unit excavator lainnya sudah tidak berada di lokasi sejak sekitar 7 hingga 8 bulan lalu. Ia menyebut alat berat tersebut diduga dibawa oleh seseorang berinisial Sony.
“Kejadiannya tahun lalu, yang membawa satu unit itu Sony,” katanya.
Informasi tersebut diperkuat oleh sumber lain yang menyebut nama yang sama diduga terlibat dalam pemindahan alat berat.
Diduga Akan Dipindahkan Kembali
Sumber yang dihimpun tim media juga menyebut adanya rencana pemindahan unit excavator yang tersisa. Disebutkan, seseorang yang diduga terkait telah berada di lokasi pada awal Mei 2026 dengan membawa kendaraan tronton dan peralatan mekanik.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut, termasuk Sony, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Akan Dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum
Temuan ini rencananya akan dilaporkan oleh tim media kepada aparat penegak hukum, termasuk Polda Kepulauan Bangka Belitung dan pihak kejaksaan setempat, guna memastikan status hukum alat berat tersebut.
Pimpinan redaksi media menyatakan pentingnya penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pemindahan aset.
“Kami meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas siapa pihak yang berada di balik pemindahan aset ini, termasuk dasar dan pihak yang memerintahkan,” tegasnya.
Kasus ini dinilai berpotensi menghambat proses penegakan hukum apabila aset yang diduga terkait perkara korupsi tidak segera diamankan. (Tim)



















