Provinsi kepulauan bangka belitung
Jejak berita .86.com. Bangka Dalam pembangunan Talud yang berada di Aliran sungai Das harus benar benar di pahami karena talud Sungai aliran Das tidak sama dengan talud pondasi rumah maka itu terlebih dulu harus di pahami terutama Spek Khusus Talud Sungai/DAS
Bagian Spesifikasi PU/SNI untuk Sungai Fungsi utama pada pondasi Batu kali min 1/3 tinggi talud an harus ada tambah pelat pancang/true dam sedalam 1-1,5 m di bawah dasar sungai.

Dan yang harus di perhatikan juga pada Tahan gerusan/scrouring yang mempunyai Kemiringan yaitu : 1:0,5 sampai 1:1 sedangkan untuk pasangan batu. 1:1,5 untuk bronjong Biar stabil saat kena arus aliran das
Tinggi Jagaan sedangkan Min 60 cm di atas muka air banjir rencana
Q25 Antisipasi luapan dan juga pada Lantai lindung juga harus di Pasangan batu kosong tambah plester setebal 30 cm, lebar 1,5x kedalaman.

Disamping itu juga gerusa Pecah energi arus di kaki talud
Drainase Weep hole PVC 4″ tiap 1,5 m + filter ijuk dan kerikil dan juga Buang tekanan air tanah
Fuad juga berbicara mutu Pasangan batu 1Pc:4Ps. Beton K-250 untuk sayap dan mercu Tahan benturan batu/batang kayu. Disini saya juga berbicara tentang ada berapa hal .

Disini kita sudah tahu sama-sama bahwa ada empat jenis talud
Jenis Talud yang Cocok di DAS*
Pilih sesuai kecepatan arus & dana:
*Pasangan Batu Kali*
Untuk V < 3 m/detik. Murah, kuat. Wajib pakai pondasi dalam + lantai lindung. Siaran diplester 1:2 biar gak terkikis.

.Bronjong Kawat
Untuk V 3-5 m/detik & tanah gerak. Kotak kawat diisi batu 15-25 cm. Fleksibel ikut penurunan tanah. Kawat harus SNI galvanis, diameter 3 mm.
Beton Bertulang
Untuk V > 5 m/detik atau tikungan luar sungai. Pakai K-300, tulangan D16-150.walaupun Mahal tapi umur 25 tahun.bahkan bisa lebih.
Talud harus ada tiang Turap atau Tiang Pancang, jika lahan terlalu sempit maupun tebing curam
Maka >70°. Pakai CCSP atau sheet pile baja. Belakangnya tetap diisi pasangan batu.

Jangan lupa juga harus di perhatikan Urutan Kerja Talud Sungai:
Kistdam & dewatering
aliran sungai pakai karung pasir atau kistdam. Keringkan area kerja dengan pakai mesin.
Galian sampai tanah keras
Tambah 1 m untuk pondasi dalam. Kalau dasarnya pasir lepas, pancang dolken bambu tiap 50 cm.
Pasang lantai lindung/apron
Ini paling sering di-skip padahal penting. Hampar batu kosong 30 cm, kunci pakai pasangan batu + spesi. Lebar = 2x kedalaman gerusan rencana.
Naikkan badan talud
Pasang batu dari bawah. Tiap 1 m tinggi, kasih waterstop/siar muai kalau talud beton. Untuk pasangan batu, tiap 10 m panjang kasih dilatasi 2 cm diisi aspal.
Pasang weep hole tambah geotextile*
Belakang talud lapis geotextile non-woven biar tanah gak kabur lewat weep hole. Urug sirtu dipadatkan per 20 cm.
Pekerjaan sayap & mercu*
Ujung talud bikin sayap masuk ke tebing min 2 m. Atas talud/plengsengan dicor beton t=15 cm biar gak gerus saat overtopping.
Fuad juga katakan Kita harus paham cara uji untuk Hitungan Cepat Dimensi*
Contoh: Sungai lebar 10 m, tinggi tebing 4 m, H banjir 3 m
Tinggi talud = H banjir + jagaan = 3 + 0,6 = 3,6 m → bulatkan 4 m
2. Lebar pondasi = 0,4 x H = 1,6 m. Kedalaman 1/3 H = 1,3 m di bawah dasar sungai
Tebal kaki = 0,6 m, tebal atas = 0,4 m untuk pasangan batu
4. *Lantai lindung* = 1,5 x kedalaman gerusan. Kalau gerusan 1 m → lebar apron 1,5 m
Fuad katakan mengapa setiap bentuk talud Bikin Gagal di DAS , yang pertama adalah
A. Gak ngitung gerusan → pondasi menggantung, talud gantung 1 musim roboh
B. Gak ada apron → arus ngikis kaki talud dari bawah
3. Weep hole kekecilan* → tekanan air tanah gak keluar, talud retak
4. Lurus di tikungan luar → arus hantam langsung. Harus bikin talud melengkung ikuti aliran
5. Izin BBWS→ Talud di sungai besar wajib desain dari konsultan + izin. Kalau swadaya bisa kena pidana.
JEJAK BERITA.86.COM.(MFD)
Post Views: 42

















