
PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mendorong transformasi digital di sektor pendidikan melalui peluncuran aplikasi STIMULUS (Sistem Informasi Kelulusan) yang diperuntukkan bagi siswa SD dan SMP se-Kota Pangkalpinang.

Aplikasi tersebut resmi diluncurkan langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin atau yang akrab disapa Udin di SMP Negeri 10 Pangkalpinang, Selasa (2/6/2026), bertepatan dengan momentum pengumuman kelulusan siswa tingkat SD dan SMP.
Melalui aplikasi itu, siswa tidak lagi diwajibkan datang ke sekolah untuk melihat hasil kelulusan maupun mengambil Surat Keterangan Lulus (SKL). Seluruh proses kini dapat dilakukan secara daring dari rumah masing-masing.
“Anak-anak kita bisa langsung mengakses informasi kelulusan dari rumah masing-masing. Mereka juga bisa langsung men-download Surat Keterangan Lulusnya, sehingga tidak perlu lagi bersusah payah datang ke sekolah hanya untuk mengambil dokumen tersebut,” ujar Wali Kota.
Menurut Udin, kehadiran aplikasi STIMULUS menjadi bagian dari pengembangan sistem pelayanan pendidikan berbasis teknologi yang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang.
“Aplikasi ini kita bangun sendiri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ini merupakan bagian dari program Smart City Kota Pangkalpinang,” katanya.
Selain menampilkan status kelulusan, aplikasi tersebut juga menyediakan informasi nilai akademik siswa yang dapat dilihat melalui dokumen SKL yang diunduh secara mandiri.
Pemkot Pangkalpinang berharap inovasi digital tersebut dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan secara cepat dan efisien, terutama bagi siswa dan orang tua.
“Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat, terutama orang tua dan siswa, dapat lebih mudah mengecek kelulusan dan mengunduh SKL untuk keperluan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Udin turut menyinggung capaian pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA). Ia menyebut siswa SD di Bangka Belitung berhasil menempati posisi keenam nasional, sedangkan siswa SMP berada di posisi kesembilan nasional.
Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, Udin juga mengingatkan seluruh jajaran pendidikan agar menjalankan proses penerimaan peserta didik secara adil dan transparan.
“Kita tidak ada titip-menitip. Kita harus memberikan keadilan kepada masyarakat. Saya minta seluruh jajaran melaksanakan penerimaan siswa baru ini dengan penuh integritas dan transparan,” pungkasnya
Jejakberita.86.com.(fuad)












