Pemkot Pangkalpinang Siaga Hadapi Lonjakan Permintaan Idulfitri, Stok Beras dan Minyak Aman

Berita6 Dilihat
banner 468x60

 

PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

banner 336x280

JEJAK BERITA.86.COM.

PANGKALPINANG — Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Pangkalpinang memperkuat langkah pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat tingkat tinggi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang melibatkan sejumlah instansi strategis di Rumah Residen Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (10/3/2026). Pertemuan ini dihadiri perwakilan Badan Pusat Statistik, Perum Bulog, Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, unsur Forkopimda, serta organisasi perangkat daerah terkait.

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menegaskan bahwa upaya pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan harus dilakukan secara terpadu dan cepat merespons dinamika di lapangan. Menurutnya, momentum Idulfitri kerap memicu lonjakan permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan.

 

Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya menggelar rapat koordinasi, tetapi juga akan turun langsung melakukan pemantauan di pasar-pasar tradisional maupun distributor untuk memastikan harga tetap terkendali.

 

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha, distributor, hingga pedagang untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga agar tidak melampaui ketentuan Harga Eceran Tertinggi,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Saparudin juga menegaskan pentingnya peran seluruh unsur TPID, termasuk aparat TNI dan Polri, dalam melakukan pengawasan terhadap distribusi barang kebutuhan pokok di lapangan. Pemerintah tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan momentum menjelang hari raya untuk mengambil keuntungan secara tidak wajar.

 

Ia mengingatkan para distributor dan pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang ataupun menaikkan harga secara berlebihan yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi menjelang Lebaran untuk kepentingan sesaat. Stabilitas ekonomi daerah harus dijaga bersama,” tegasnya.

 

Dari hasil pemantauan sementara, pemerintah memastikan stok sejumlah komoditas utama seperti beras dan minyak goreng masih berada dalam kondisi aman dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.

 

Kepastian tersebut diharapkan dapat menenangkan masyarakat agar tidak terpancing isu kelangkaan barang yang berpotensi memicu aksi panic buying.

 

Pemerintah Kota Pangkalpinang juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

 

Sebagai langkah antisipasi, TPID bersama organisasi perangkat daerah terkait akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap stok serta jalur distribusi bahan pokok. Selain itu, operasi pasar juga telah disiapkan bekerja sama dengan Bulog dan pelaku usaha apabila ditemukan lonjakan harga yang signifikan.

 

Melalui koordinasi yang kuat antarinstansi, Pemerintah Kota Pangkalpinang optimistis stabilitas harga dapat terjaga sehingga masyarakat dapat menyambut Idulfitri dengan tenang dan kondisi ekonomi daerah tetap terkendali.

JEJAK BERITA.86.COM.(FUAD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *