PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
JEJAKBERITA .86.COM
Pangkalpinang, – Kebijakan pembatasan pengisian BBM maksimal 3 liter di SPBU SPBU Keramat dikeluhkan warga Kepulauan Bangka Belitung.14-07-2026
TYS Salah satu warga yang hendak melakukan perjalanan jauh terpaksa pulang dengan tangki hampir kosong. Pihak SPBU menolak mengisi lebih dari 3 liter dengan alasan stok terbatas.
Jarak tempuh jauh, kalau cuma 3 liter mana cukup. Kami jadi takut mogok di jalan,” kata Tys.
Kami meminta Bapak Gubernur Bangka Belitung dan Pertamina segera mengevaluasi aturan ini. Berikan pengecualian bagi warga yang punya bukti perjalanan jauh, dan pastikan stok BBM aman.
Menurut Tys Hak masyarakat untuk mendapatkan BBM jangan dipersulit.
Disamping ,karena merasa kesal lalu nekat pulang dari pangkalpinang menujuh arah pulang ke kampung jebus dengan mengunakan BBM yang hanya isi 3 liter dalam tengki cukup dak cukup terpaksa beliau nekat tanpa ada resiko habis di jalan.
Maka itu Tys ,juga megatakan hal kelangkah BBM di Bangka Belitung ,sebenar ada apa??? , karena
Dalam beberapa waktu terakhir kami mengalami:
Antrean panjang* dan stok BBM sering kosong
Pembatasan pengisian maksimal 3 liter padahal warga hendak perjalanan jauh
Dampak langsung* ke nelayan, petani, ojek, UMKM yang aktivitasnya lumpuh
Padahal di media resmi disebutkan stok BBM Babel “aman”. Kami berharap “aman” itu juga terlihat di lapangan.
Maka dengan ini kami menuntut:
Jamin ketersediaan stok BBM di semua SPBU tanpa pembatasan sepihak
Evaluasi aturan 3 liter, beri pengecualian bagi perjalanan jauh dengan menunjukkan bukti
Perketat pengawasan agar tidak ada penimbunan dan penyaluran ke non-prioritas
Tambah kapasitas storage/tangki BBM di Babel agar distribusi lancar
Transparan jadwal distribusi ke masyarakat
Percepat pembangunan SPBU Nelayan* di wilayah pesisir
Kami hanya meminta yg hak kami: BBM tersedia, adil, dan cukup untuk bekerja.
Jangan sampai roda ekonomi masyarakat Babel berhenti karena BBM.
Dalam Peberitaan yang kami publikasi ini Kami menerima hak jawab dan klarifikasi.
JEJAK BERITA .86.COM.(Tim)

















